Tanggal 1 Desember 2021 diperingati sebagai hari AIDS Sedunia. Tema global yang disepakati adalah End Inegualities.End AIDS.End Pandemic. Kita menjabarkan tema global ini menjadi tema nasional Akhiri AIDS: Cegah HIV, Akses Untuk Semua. Tema nasional dan tema global ini mengajak kita semua, segenap pemangku kepentingan beserta seluruh lapisan masyarakat untuk semakin memperkuat komitmen, peranserta dan dukungan kita serta bergerak, bekerjasama dan bersinergi dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS, guna mencapai Ending AIDS tahun 2030.

Keberhasilan pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS sangat ditentukan oleh kerjasama seluruh jajaran lintas-sektor kementerian/ lembaga dan Pemerintah Daerah serta dukungan seluruh lapisan masyarakat, baik organisasi profesi, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, media masa, kalangan swasta dan dunia usaha. Selain itu peran dan dukungan berbagai kelompok masyarakat, seperti orang dengan HIV, orang yang berisiko tertular, masyarakat umum dan kalangan mahasiswa dan pelajar juga sangat penting.

Sasaran pencegahan dan pengendalian HIV AIDS di Indonesia adalah mencapai 3 zeroes, yaitu tidak ada lagi kasus HIV, tidak ada lagi kematian terkait AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV menuju Ending AIDS tahun 2030.

Upaya yang perlu kita lakukan adalah memperluas cakupan pelayanan kesehatan, meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, termasuk pelayanan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS, yang diperkuat dengan inovasi dan sinergi segenap pemangku kepentingan.

Hingga saat ini HIV-AIDS masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, walaupun angka insiden dan kematian mengalami kecenderungan penurunan dalam 10 tahun terakhir. Secara global, epidemi HIV mengalami penurunan sekitar 33% sejak tahun 2001, sehingga pada tahun 2012 diperkirakan terjadi sekitar 2.3 juta infeksi baru pada dewasa dan anak. Kematian yang dikaitkan dengan AIDS menurun sampai 30% sejak 2005 karena peningkatan akses pengobatan ARV, termasuk kematian yang dikaitkan dengan TBC, juga menurun sampai 30% sejak 2004. Kematian terkait AIDS menurun dari puncaknya pada tahun 2004 dengan 1.7 juta kematian terkait AIDS per tahun menjadi 770 ribu kematian terkait AIDS pada tahun 2016.

Tantangan penanggulangan HIV-AIDS dan IMS di Indonesia adalah bagaimana meniadakan inekualitas dan menjamin kesetaraan. Selain itu, menjaga semua upaya mengakhiri AIDS pada tahun 2030 tetap pada jalurnya menjadi tantangan terbesar.

Diperlukan komitmen dan dukungan semua pemangku kepentingan untuk keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS dan pencapaian target. Keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS dan IMS merupakan hasil kerja bersama multisektor pemerintah Pusat dan daerah, akademisi/praktisi, masyarakat, swasta, dan media.Hari AIDS Sedunia pertama kali diperingati pada 1 Desember 1988. Hari AIDS Sedunia setiap tahunnya diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebagai penyakit yang menyerang tubuh manusia dalam waktu lama. Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2021 di Indonesia dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui penggera- kan sumber daya yang melibatkan semua sektor terkait.

Tujuan kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia antara lain :

  1. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam mencegah infeksi dan penularan HIV-AIDS dan IMS
  2. Menguatkan kolaborasi terintegrasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan IMS
  3. Meningkatkan penggerakan sumber daya dalam mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat.

Pesan kunci dari peringatan Hari AIDS Sedunia yaitu :

  1. Penguatan komitmen
  2. Perluasan akses layanan
  3. Penguatan kemitraan
  4. Inovasi program

Sasaran dalam Peringatan Hari AIDS Sedunia 2021, semua sumber daya yang ada dan kreativitas masyarakat harus dimanfaatkan dalam rangka meningkat- kan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengenda- lian HIV-AIDS dan IMS, melalui peran:

  1. Masyarakat (termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat) dan komunitas
  2. Penguruan Tinggi dan Organisasi Profesi
  3. Media
  4. Dunia Usaha/swasta

Dinas Kesehatan Kota Surakarta dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2021 mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Deteksi Dini HIV/AIDS dan IMS untuk Remaja di Kota Surakarta. Kegiatan dihadiri oleh Gerakan Pemuda Peduli Kesehatan Kota Surakarta (GEMPITA), Saka Bhakti Husada (SBH) Kota Surakarta dan Forum Anak Surakarta (FAS). Tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mencegah infeksi dan penularan HIV/ AIDS dan IMS, serta meningkatkan kolaborasi terintegrasi antara pemangku kepentingan dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian HIV/ AIDS dan meningkatkan pergerakan sumber daya dalam mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan terutama remaja masyarakat. Dengan Narasumber Ibu Erna Dyah Ekowati, S. Kom dari BPJS Kesehatan Kota Surakarta, dr. Dhani Redhono H, Sp. PD dari Dekan FK UNS, dan Bapak Edy Purwanto, SKM, Msc. PH dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Sumber :

Buku panduan Hari AIDS Sedunia 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.