Apa jadinya kalau bayi tak mendapatkan makanan pendamping ASI yang tepat?”
Data MPASI Nasional 2023 menunjukkan bahwa proporsi bayi usia 6-23 bulan yang mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) mencapai 59,3%.
Di Mojosongo hanya 30% bayi usia 6β24 bulan yang mendapat MP-ASI sesuai standar.
Sementara 66% lainnya hanya mengandalkan MP-ASI pabrikan.
π©βπ Di Mojosongo, Surakarta, lebih dari 40% ibu bekerja.
Mayoritas tak sempat menyiapkan makanan bergizi sendiri.
Anak pun rentan gizi kurang dan stunting.
π‘ Melihat masalah ini, lahirlah inovasi:
BABY CAFΓ BINTANGKU ( BAYI PINTAR TANGGUH DAN KUAT )β¨
π² Sebuah gerakan menyediakan MP-ASI 4 bintang dengan bahan pangan local yang dikelola oleh kader terlatih tergabung dalam Forum Kesehatan Kelurahan, dengan rasa dan tekstur sesuai usia anak.
π¦ Makanan bisa dipesan online, diambil langsung, bahkan ada pengiriman gratis untuk bayi bergizi kurang.
π¬ Tak hanya jualan, Baby CafΓ© juga memberi:
π Edukasi langsung ke ibu dan pengasuh
π Pengukuran antropometri dan penilaian status gizi
π©βπ« Konseling PMBA ( Pemberian Makanan Bayi dan Anak )
π Hasilnya luar biasa:
β Cakupan MP-ASI standar meningkat jadi 97%
β Stunting turun drastis dari 23% ke 11%
β Sudah direplikasi di kelurahan lain di tingkat kota & kabupaten lain!
π Dan keuntungan penjualan untuk apa?
pastinya kembali ke masyarakat dalam AKSI SIRAMI GIZI ( AKSI RAMAH PEDULI PEMULIHAN GIZI ). Melalui aksi ini masyarakat akan mendapatkan manfaat untuk untuk memperoleh support pemberian pangan bagi balita dengan masalah gizi, serta pemberdayaan ekonomi pada keluarga dengan masalah gizi.
π± Baby CafΓ© Bintangku bukan sekadar tempat makan bayi.
Ini adalah inovasi berbasis kasih sayangβ¦
Demi masa depan anak-anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.