Mata mempunyai sistem pelindung yang baik, seperti rongga orbita, jaringan lemak retrobulbar, palpebra serta reflek mengedip. Meskipun demikian, mata masih sering mendapat trauma dari lingkungan luar.
Trauma mata adalah perlukaan/cedera mata yang dapat terjadi dalam bentuk trauma tumpul, trauma tajam, trauma kimia, trauma termis dan trauma radiasi. Trauma mata merupakan kasus kegawatdaruratan, jika tidak segera tertangani dapat menyebabkan penurunan penglihatan hingga kebutaan.
Keluhan yang dirasakan pada trauma mata antara lain mata merah, mata cekot-cekot / kemeng, tajam penglihatan yang menurun, pandangan tertutup sesuatu, kilatan-kilatan pada lapang pandangan dan adanya sakit kepala. Namun, tidak semua kondisi mata merah akan terancam penglihatannya dan tidak semua penurunan ketajaman penglihatan merupakan keadaan gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.
Apakah kondisi gawat darurat itu?
Keadaan gawatdarurat (emergency) adalah suatu keadaan dimana seseorang membutuhkan pertolongan medis yang cepat, karena apabila tidak mendapatkan pertolongan dengan segera maka dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan kecacatan.
Kegawatdaruratan Mata ialah keadaan yang mengancam tajam penglihatan seseorang berupa turunnya ketajaman penglihatan sampai terjadinya kebutaan
Tingkatan Kegawatdaruratan Mata berdasarkan Pemeriksaan Medis
- SANGAT GAWAT àmata akan mengalami kebutaan atau cacat yang menetap dengan penurunan penglihatan yang berat dalam waktu beberapa detik sampai beberapa menit bila tidak segera mendapatkan pertolongan yang tepat.
- GAWATà pertolongan harus diberikan tetapi dengan batasan waktu yang lebih longgar, dapat beberapa jam sampai beberapa hari. Apabila tidak segera ditolong, akan berakibat buta atau cacat permanen
- SEMI GAWAT à pengobatan yang harus sudah diberikan dalam waktu beberapa hari atau minggu. apabila terabaikan pasien mungkin dapat masuk kedalam keadaan buta atau cacat permanen
Kegawatdaruratan mata, dikelompokkan menjadi dua :
- Trauma, dibedakan menjadi :
- Trauma mekanik, disebabkan oleh :
- Benda tajam
- Bagian mata yang biasanya cedera antara lain kelopak mata, selaput bening mata, kornea. Mata yang mendapatkan trauma mekanik dari benda tajam, dikenali dengan tanda sebagai berikut :
- Terbentuk luka tajam / sayatan
- Kelopak mata bengkak, kemerahan, merah keunguan sampai kebiruan/kehitaman
- Kelopak mata sulit dibuka
- Kelopak mata keluar darah
- Keluar cairan bening mata atau darah dari dalam bola mata
- Terjadi penurunan ketajaman penglihatan
- Pada trauma yang hebat mengakibatkan bola mata masuk kedalam
- Bagian mata yang biasanya cedera antara lain kelopak mata, selaput bening mata, kornea. Mata yang mendapatkan trauma mekanik dari benda tajam, dikenali dengan tanda sebagai berikut :
- Benda tumpul, dibedakan menjadi :
- Perforasi (perlubangan) yaitu keadaan terjadinya pecah bola mata sampai keluar isi bola mata

- Non perforasi (non perlubangan), antara lain
- Perforasi (perlubangan) yaitu keadaan terjadinya pecah bola mata sampai keluar isi bola mata
- Benda tajam
- Trauma mekanik, disebabkan oleh :
1. palpebra hematom/bengkak mata | ||
2. konjungtiva khemosis / bengkak pada selaput mata | ||
3. kornea erosi kornea / lapisan kornea terkikis | ||
4. bilik mata depan hifema / darah terkumpul di bilik mata depan | ||
5. iris lepasnya selaput pelangi | ||
6. lensa lepas atau goyang sampai jatuh | ||
7. badan kaca mata (corpus vitreum) perdarahan badan kaca / hemoftalmus | ||
8. saraf mata (retina) lepas saraf mata / ablasio. Gejala yang dirasakan terjadi selang beberapa jam sampai beberapa hari dari trauma, antara lain : tidak adanya rasa nyeri, penglihatan kabur, ketajaman penglihatan masih baik-buruk, merasa melihat kilat-kilatan cahaya, titik – titik hitam beterbangan, tirai menutupi mata/tirai melambai-lambai | ||
9. bola mata (bulbi) menonjol atau masuk ke dalam | ||
10. kerusakan dinding orbita/patah tulang penyokong dinding bola mata![]() |
Pertolongan pertama pada mata dengan trauma mekanik
- Hindari manipulasi area luka (mengompres, membalut, menekan luka)
- Hindari merimbang atau mencuci luka mata dengan air sumur/air mentah/air sirih/ cairan apapun
- Segera bawa ke dokter spesialis mata atau rs yang mempunyai fasilitas dokter spesialis mata
- Trauma kimia, disebabkan larutan
- Basa / alkali
Trauma kimia basa pada mata bersifat lebih merusak dari pada trauma kimia asam. Pada keadaan sangat gawat bisa menyebabkan kebutaan. Tingkat kerusakan mata tergantung pada paparan volume dan konsentrasi cairan. Cairan alkali menembus struktur mata dengan cepat dari lapisan mata depan sampai ke saraf mata. Kemudian terjadi reaksi saponifikasi/ reaksi penyabunan saat cairan alkali kontak dengan lemak (struktur mata). Sumber cairan basa : Amonia (pemutih dan pupuk), Natrium bikarbonat (soda kue), NaOH/ natrium hidroksida (sabun, deterjen), NH4OH /Amonium hidroksida (pupuk), Kalium oksida (semen), pembersih lantai |
- Asam
Kerusakan mata karena terkena larutan asam hanya terbatas pada permukaan luar saja (kecuali asam hidroflorida). Larutan asam cenderung akan berikatan dengan protein (terjadi koagulasi / penggumpalan protein) sehingga mencegah kerusakan yang lebih dalam. Sumber cairan asam : asam cuka, asam sulfat (accu mobil), asam hidroflorida (cairan penghilang karat, pengkilap aluminium), cairan penyamakan kulit, electro polishing |
Pertolongan pertama pada mata dengan trauma mekanik
- Bilas mata dengan air steril / air matang
- Hindari merimbang atau mencuci luka mata dengan air sumur/air mentah/air sirih/ cairan apapun
- Segera bawa ke dokter spesialis mata atau rs yang mempunyai fasilitas dokter spesialis mata
Non trauma, antara lain :
Ulkus kornea, gejala yang timbul antara lain : mata merah, kemeng, mengganjal, silau, berair, muncul putih – putih di teleng mata, keluar kotoran mata, kaburnya penglihatan Faktor resiko penyebabnya yaitu kelilipan, pemakaian lensa kontak, kesalahan pemberian tetes obat, merimbang mata dengan air mentah/ sumur, air sirih, menetes obat tanpa resep. |
| Glaucoma akut, gejala yang timbul mata merah, cekot-cekot, nyeri kepala, migrain, penglihatan turun mendadak, mual sampai muntah, tekanan bola mata tinggi |
| Stroke mata Biasanya terjadi pada satu mata. Gejala yang dirasakan yaitu tajam penglihatan turun mendadak (tiba – tiba gelap), tidak ada rasa nyeri, mata tidak merah. Faktor resiko penyebab : hipertensi, diabetes melitus, jantung, penyakit pembekuan darah. Keterlambatan penanganan pertolongan (ke dokter beberapa jam / hari setelah kejadian) mengakibatkan kebutaan permanen |
Sumber : Materi Presentasi dr.ELLY RAHMAWATI,Sp.M (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia /PERDAMI Jawa Tengah yang disampaikan pada Webinar Kegawatdaruratan Mata Tanggal 18 Maret 2021)
hematom/bengkak mata
khemosis / bengkak pada selaput mata
erosi kornea / lapisan kornea terkikis
hifema / darah terkumpul di bilik mata depan
lepasnya selaput pelangi
lepas atau goyang sampai jatuh
perdarahan badan kaca / hemoftalmus
lepas saraf mata / ablasio. Gejala yang dirasakan terjadi selang beberapa jam sampai beberapa hari dari trauma, antara lain : tidak adanya rasa nyeri, penglihatan kabur, ketajaman penglihatan masih baik-buruk, merasa melihat kilat-kilatan cahaya, titik – titik hitam beterbangan, tirai menutupi mata/tirai melambai-lambai
menonjol atau masuk ke dalam
Trauma kimia basa pada mata bersifat lebih merusak dari pada trauma kimia asam. Pada keadaan sangat gawat bisa menyebabkan kebutaan. Tingkat kerusakan mata tergantung pada paparan volume dan konsentrasi cairan. Cairan alkali menembus struktur mata dengan cepat dari lapisan mata depan sampai ke saraf mata. Kemudian terjadi reaksi saponifikasi/ reaksi penyabunan saat cairan alkali kontak dengan lemak (struktur mata). Sumber cairan basa : Amonia (pemutih dan pupuk), Natrium bikarbonat (soda kue), NaOH/ natrium hidroksida (sabun, deterjen), NH4OH /Amonium hidroksida (pupuk), Kalium oksida (semen), pembersih lantai
Kerusakan mata karena terkena larutan asam hanya terbatas pada permukaan luar saja (kecuali asam hidroflorida). Larutan asam cenderung akan berikatan dengan protein (terjadi koagulasi / penggumpalan protein) sehingga mencegah kerusakan yang lebih dalam. Sumber cairan asam : asam cuka, asam sulfat (accu mobil), asam hidroflorida (cairan penghilang karat, pengkilap aluminium), cairan penyamakan kulit, electro polishing
Ulkus kornea, gejala yang timbul antara lain : mata merah, kemeng, mengganjal, silau, berair, muncul putih – putih di teleng mata, keluar kotoran mata, kaburnya penglihatan Faktor resiko penyebabnya yaitu kelilipan, pemakaian lensa kontak, kesalahan pemberian tetes obat, merimbang mata dengan air mentah/ sumur, air sirih, menetes obat tanpa resep.