MOBIL SIGAP TB

0
769

World Health Organitation (WHO) telah mencanangkan TB sebagai global health emergency. Ini berarti bahwa saat ini penyakit TB perlu menjadi perhatian yang serius. Berdasarkan global report TB WHO tahun 2015, prevalensi TB sebesar 647 kasus per 100.000 penduduk dengan angka kematian sebesar 41 kasus per 100.000 penduduk. Saat ini, Indonesia menjadi negara dengan peringkat 2 setelah India.

Angka penemuan kasus TB di Kota Surakarta masih cukup rendah. Hal ini perlu menjadi perhatian karena dengan masih rendahnya penemuan kasus, maka upaya pencegahan penularan TB menjadi kurang optimal. Untuk itu perlu dilakukan upaya promotif dan preventif dengan melakukan skrining terhadap masyarakat atau kelompok masyarakat yang diperkirakan berrisiko terhadap penyakit TB. Penemuan kasus TB secara aktif, salah satunya adalah dengan pengambilan sampel terhadap suspek TB di lokasi berkumpulnya masyarakat.

Pada tanggal 11 Mei 2018, Dinas Kesehatan Kota Surakarta telah meluncurkan Mobil SIGAP. Mobil SIGAP dijadwal beroperasi di tempat-tempat umum (seperti : pasar tradisional). Pada kegiatan tersebut akan dilakukan sosialisasi penyakit TBC, penjaringan suspek TB, pengambilan specimen (sampel dahak) terhadap suspek TB, pengiriman specimen serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Pada hari jum’at, 6 Juli 2018, mobil SIGAP TB melaksanakan kegiatan di Pasar Gde Sala. Kegiatan ini bertujuan untuk :

  • Meningkatkan akses jangkauan skrining TBC di masyarakat
  • Meningkatkan upaya promosi tentang TBC di masyarakat
  • Mencegah keterlambatan diagnosis dan kejadian sakit yang lebih berat
  • Memutus mata rantai penularan TB di masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.