Puskesmas

  1. PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja)

    Untuk mempersiapkan generasi muda khususnya remaja agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kepribadian yang mantap dan sehat, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan masalah-masalah yang sering dihadapi remaja terutama yang berkaitan dengan kesehatan remaja yaitu masalah reproduksi, masalah psikologis, dan sebagainya. Upaya dilakukan melalui pendekatan terpadu antara orang tua, guru, tenaga kesehatan, petugas lintas sektor terkait, LSM dan peran serta remaja.

    Salah satu upaya adalah Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang diharapkan bisa efektif untuk menyediakan informasi yang akurat dan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi remaja. Tujuan dari PKPR agar remaja yang menghadapi masalah kesehatan dapat mengetahui secara baik dan benar siapa dan di mana yang dapat memberikan pelayanan preventif, promotif dan kuratif bahkan rehabilitatif.

    Pelaksana PKPR adalah petugas kesehatan yang memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam pelayanan kesehatan remaja dengan pendekatan adolescent friendly (peduli remaja) yang memahami permasalahan dan kebutuhan remaja serta menghargai pendapat mereka.

    Untuk Kota Surakarta, PKPR ada di puskesmas Pajang, Jayengan, Sangkrah, dan Manahan.

     

  2. Puskesmas Ramah Anak

    Kota Surakarta mendapat amanat sebagai Kota Layak Anak (KLA), yaitu kota yang menjamin hak anak sebagai warga kota. Salah satu hak anak sebagai warga kota adalah memperoleh pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan.

    Dalam rangka mendukung Kota Solo sebagai Kota Layak Anak, maka Pemerintah Kota Surakarta mengadakan program Puskesmas Ramah Anak, yaitu puskesmas yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada anak. Puskesmas Ramah Anak menyediakan ruang khusus untuk pelayanan kesehatan, ruang tunggu yang representatif untuk anak, memiliki alat-alat untuk mengukur tumbuh kembang bayi dan balita (alat antropometri), dan tenaga yang ramah terhadap anak dan menguasai tentang tumbuh kembang, penyakit anak, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu Balita Muda (MTBM).

    Puskesmas ramah anak di Kota Surakarta ada di puskesmas Pajang, Kratonan, Sangkrah, Ngoresan dan Manahan.

     

  3. Pelayanan PMT-CT (Preventive Mother to Child Transmison)

    Dalam rangka pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu kepada bayi, dilaksanakan program screening kepada ibu hamil. Seluruh ibu hamil yang mendapat kontak pertama (K1) dengan tenaga kesehatan, akan discreening terhadap resiko tertular HIV/AIDS. Ibu hamil yang diindikasikan memiliki resiko, akan dirujuk ke klinik IMS dan klinik VCT untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Program ini dilaksanakan di seluruh puskesmas.Volluntary Counseling and HIV Testing (VCT).

     

  4. Klinik IMS

    Infeksi Menular Seksual (IMS) atau penyakit kelamin adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah mengidap penyakit tersebut. Orang yang terkena IMS memiliki resiko yang lebih besar untuk terinfeksi HIV, karena luka yang terbuka akan membuka jalan bagi masuknya virus HIV.

    Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh. Infeksi HIV akan menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu sekumpulan berbagai gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat HIV.

    Dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan, Pemerintah Kota Surakarta mendirikan Klinik IMS yang berada di 2 puskesmas, yaitu : Sangkrah dan Manahan. Kegiatan dari klinik IMS meliputi : pemeriksaan sekret, konseling dan terapi, penyuluhan dan penapisan pada kelompok resiko tinggi serta rujukan ke klinik Volluntary Counseling and HIV Testing (VCT).

     

  5. Klinik VCT

    Dari hasil penapisan yang dilakukan pada Klinik IMS, untuk kelompok yang beresiko tinggi diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat menentukan positif atau tidak terinfeksi HIV, sehingga dilakukan rujukan ke Klinik VCT. Di Klinik VCT, pasien akan mendapat konseling agar mereka mau diperiksa serta dukungan agar siap dalam menghadapi kemungkinan yang terjadi.

    Klinik VCT di Kota Surakarta ada di puskesmas Manahan, RSUD Dr Moewardi dan RS DR. Oen Surakarta.

     

  6. Poliklinik Harm Reduction

    Harm Reduction (HR) adalah upaya pengurangan dampak buruk akibat penggunaan Napza suntik. HR perlu dilakukan karena pada pengguna NAPZA suntik (penasun) terjadi pemakaian ulang dan bergantian alat suntik, sehingga efektif untuk menularkan virus HIV. Saat ini HR dianggap sebagai cara yang potensial untuk mencegah penularan virus HIV baik pada penasun maupun pada masyarakat umum. Di Kota Surakarta, klinik HR dilaksanakan di puskemas Manahan. Program intervensi yang dilakukan di Klinik HR adalah :

    • Penjangkauan dan pendampingan
    • Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
    • Konseling pengurangan resiko
    • Voluntary Counseling adn HIV Testing (VCT)
    • Program pensucihamaan
    • Program jarum suntik steril
    • Pembuangan perlengkapan jarum suntuk bekas
    • Pelayanan terapi narkoba
    • Program substitusi narkoba
    • Perawatan dan dukungan HIV/AIDS
    • Pendidik sebaya

     

  7. Klinik Berhenti Merokok

    Klinik ini merupakan klinik konsultasi bagi para perokok yang berkeinginan untuk menghentikan kebiasaan merokok. Klinik Berhenti Merokok (KBM) dilaksanakan di 4 puskemas, yaitu Puskesmas Penumping, Kratonan, Purwodiningratan dan Nusukan. Di 4 Puskesmas tersebut, tenaga medis dan para medis telah dilatih tentang pemeriksaan kesehatan paru, serta teknik konseling.